POSKO PPSWPA-KANAL

POSKO PPSWPA-KANAL: Jln. Kebun Cengkih, Perumahan DPRD Provinsi Maluku, No.2, Ambon-Maluku. Kode Pos 97128

Selasa, 17 Mei 2011

PPSWPA-KANAL Gelar Jejak Binaya Adventure

Kelompok Pecinta Alam (KPA) Perhimpunan Pemuda Sadar Wisata Pecinta Alam–Kreativitas Anak-Anak Alam (PPSWPA-KANAL) Ambon akan menggelar Jejak Binaya Adventure berupa pendakian Gunung Binaya di Pulau Seram pada 15 Oktober hingga 5 November 2011.

Selain pendakian Gunung Binaya, kegiatan berskala nasional tersebut akan diisi dengan sejumlah kegiatan yakni upacara Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 di puncak Gunung Binaya, bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pemberian bantuan kepada masyarakat suku pedalaman di sepanjang jalur pendakian Gunung Binaya, operasi bersih sampah serta akan ditutup dengan pentas musik hijau bertemakan lingkungan hidup yang digelar di pantai Liang.

Kegiatan ini akan menjadi monumental, karena juga akan dibangun trianggulasi atau tugu di pucak Gunung Binaya sebagai “atap” dari Provinsi Maluku. Rencananya prasasti trianggulasi di puncak tertinggi Provinsi Maluku itu akan ditandatangani Bapak Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Prasasti yang ditandatangani kepala daerah di puncak gunung tertinggi di daerahnya ini akan menjadi sejarah di Indonesia, bahkan dunia, karena baru pertama kali dilakukan.

Binaya adalah gunung tertinggi di Kepulauan Maluku, berada di Pulau Seram dengan kordinat 2°48' - 3°18' LS, 129°06' - 129°46' BT. Gunung Binaya memiliki tiga titik ketinggian yakni 3027 mdpl (meter dari permukaan laut), 3019 mdpl dan 3011 mdpl. Bagi kalangan pecinta alam dan pendaki gunung, puncak tertinggi Gunung Binaya 3027 mdpl disebut sebagai “Mutiara Nusa Ina”.

Pendakian Gunung Binaya termasuk pendakian tereksterim di Indonesia disebabkan karena jalurnya yang panjang hingga butuh waktu 10 sampai 15 hari untuk bisa sampai ke puncak. Karakteristik gunung dan bukit yang lembab, basah serta berawa-rawa, sepanjang perjalanan akan melewati medan hutan tertutup, hutan terbuka, hutan bambu, daerah rawah, jalur air (sungai) dan tanjakan.

Saat melewati batas vegetasi, perjalan sekitar 2 sampai 3 jam menuju puncak langsung mendaki tebing dengan kemiringan 80 derajat. Situasi dingin dan lembab serta banyak binatang penghisap darah seperti lintah dan nyamuk hutan mengharuskan para pendaki harus lebih berhati-hati.

Selama perjalanan akan melewati tujuh desa yang dihuni suku asli Maluku. Dari puncak kita dapat melihat pemandangan yang begitu indah sepanjang mata memandang. Saat tidak lagi berkabut terlihat jelas garis pantai utara dan selatan pulau Seram. Kondisi suhu di puncak pada malam hari bisa mencapai minus 6° Celcius.

Jalur pendakian Jejak Binaya Adventure menuju puncak akan melalui jalur selatan, diawali perjalanan dari Desa Moso di Kecamatan Tehoru dan turun melalui jalur utara dengan titik terakhir pada Desa Sawai di Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah.

Tidak seperti gunung-gunung tinggi lainnya di Indonesia, pendakian Gunung Binaya di Pulau Seram, Provinsi Maluku, benar-benar dimulai dari titik O meter dari permukaan laut. Karena itulah tema kegiatan Jejak Binaya Adventure adalah The Exterem Journey “Zero to Zero” atau Perjalanan Ekstrim “Nol ke Nol”.

Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober ini selain bertujuan membentuk kesadaran tinggi dari pemuda mengenai pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan kepedulian sosial terhadap masyarakat di daerah pedalaman, juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan tanah air. Target peserta yang mengikuti Jejak Binaya Adventure sebanyak 150 orang berasal dari Kelompok Pecinta Alam (KPA) dan Mahasiwa Pecinta Alam (MAPALA) se-Indonesia.

M. AZIS TUNNY

(Ketua Panitia Jejak Binaya Adventure)